Hukum Tidur Dalam Kondisi Junub

Tiba-tiba Eko terbangun dari tidurnya, kemudian ia merasa sesuatu yang aneh di celanaya. Basah, ternyata celananya basah Ia mengingat-ngingat lagi apa yang terjadi, ia barusan bermimpi “indah”; mimpi basah kata orang-orang menamakannya. Ia bingung harus berbuat apa. Jam sekarang baru menunjukkan jam 1 pagi, waktu Subuh masih panjang. Kalau ia mandi sekarang, bisa-bisa ia masuk angin karena dinginnya, apalagi ia juga agak ngeri-ngeri gimana gitu jikalau ke kamar mandi jam segini, apalagi mandi! Apakah ia boleh tidur dalam kondisi junub begitu?

Di saat yang lain, Bejo baru saja menikah dan sedang menikmati bulan madunya. Sebagai penganten baru, ada satu hal yang membuatnya bingung; jikalau ia berhubungan suami istri di malam hari, apakah ia boleh tidur dalam kondisi junub? Dalam Islam hukumnya gimana?

Itu dua kondisi berbeda yang dialami oleh dua orang yang statusnya berbeda; satu jomblo dan satu lagi sudah menikah; kondisi yang juga banyak dialami oleh kaum muslimin yang bingung dengan apa yang harus mereka lakukan. Makanya, mengilmui Islam itu penting. Kita sebagai umat Islam harus paham dengan agama kita. Paling tidak, hukum-hukum yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita.


Oke. Kita ke topic utama…

Tidak masalah jikalau Anda bermimpi basah di malam hari, sebab tidak ada jalan terbebas dari mimpi, apalagi mimpi basah. Hanya saja, sebelum tidur jangan lupa berdoa. Sebab kadangkala mimpi basah begitu bisa jadi dari setan yang mempermainkan Anda di dalam mimpi. Sebagaimaa tidak masalah juga jikalau Anda pasagan suamu istri untuk berhubungan badan di malam, kemudian Anda tidur sebelum Anda mandi.

Silahkan Anda tidur dalam kondisi junub. Jangan lupa, jikalau Anda bangun, mandilah terlebih dahulu, kemudian baru menunaikan shalat Subuh. Awas lho, jangan kesiangan, nanti malu sama mertua kedengaran Anda mandinya gebyar gebyur plus telat subuh. Hehe…

Namun utamanya, hendaklah Anda berwudhu dahulu sebelum tidur. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhâri dan Muslim dijelaskan bahwa Umar bertanya kepada Nabi Muhammad Saw:“Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur dalam kondisi junub?”

Beliau menjawab:
“Ya, jikalau ia berwduhu.”

Kemudian ada juga riwayat dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa jikalau Rasulullah Saw ingin tidur dalam kondisi junub, maka ia membasuh kemaluannya dan berwudhu layaknya wudhu untuk shalat.

Wudhu ini hukumnya sunnah bukan wajib, dan inilah pendapat Jumhur Ulama.

Imam al-Syaukani menjelaskan:
“Hadits-hadits terkait masalah ini menunjukkan bahwa boleh saja bagi yang junub untuk tidur dan makan sebelum mandi, sebagaimana ia boleh kembalu berhubungan dengan pasangannya (hadits Abu Said), sebagaimana ia boleh minm (dala hadits Ammar). Semua ini disepakati oleh para ulama (Ijma’).

Imam al-Nawâwi mengatakan, ‘Hadits Umar bentuknya adalah al-Amr (perintah) dan bentuk al-Syarth, yang merupakan dalil pegangan kelompok yang menyatakan wajibnya berwudhu bagi yang junub jikalau ingin tidur sebelum mandi. Mereka adalah kelompok al-Zhahiriyyah dan Ibn Habib dari Mazhab Maliki.

Jumhur berpandangan bahwa hukumnya sunnah dan tidak wajib. Mereka berpegang dengan hadits Aisyah bahwa Nabi Saw tidur dalam kondisi junub, dan sama sekali tidak menyentuh air.

Kemudian mereka juga berpegang dengan hadits Ibn Abbas yang diriwayarkan secara Marfû’ (lansung kepada Rasulullah Saw), “Saya hanya diperintahkan untuk berwudhu jikalau akan mengerjakan shalat.” (Diriwayatkan oleh Ashâb al-Sunan)

Saya mengatakan, kata Imam al-Syaukani, dalil-dalil yang ada harus digabungkan dengan memalingkan makna perintah menjadi sunnah, dan ini dikuatkan oleh riwayat Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban dalam shahih keduanya dari hadits Ibn Umar bahwa Nabi ditanya, “Apakah salah seorang di antara kami tidur dalam kondisi junub?” Beliau menjawab, “Ya, dan berwudhu jikalau ia ingin.”

Nah, jelas jawabannya, ya!

Afdhalnya adalah Anda berwudhu terlebih dahulu. Jikalau tidak bisa, ya ga papa. Namun nasehat saya, ada baiknya Anda wudhu dulu seraya membersihkan kemaluan Anda, agar kebersihan terjaga dan Anda bisa tidur dengan nyaman. Awas, jangan telat bangun Subuh. Mandi dulu, jangan lansung shalat saja. Wudhu Anda sebelum tidur belum menghilangkan status junub Anda.

Oke. [] 


Baca Juga:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar