Kapan Harus Mandi Junub/ Mandi Wajib?

 “Udah tua kok ga paham masalah Junub dan Mandi Basah.”
Itulah kata-kata yang terlontar dari Ahmad kepada Budiman; dua sahabat yang saling mencinta dan saling menguatkan di Jalan Allah SWT; dua sahabat yang tumbuh dan dewasa bersama. Kedua tokoh di atas hanyalah tokoh Imaginer saja. Nyatanya, banyak yang begitu. Ucapan di atas adalah ucapan umum yang diucapkan oleh seorang teman kepada temanya yang lain, yang sudah berusia dewasa namun tidak paham juga dengan mandi junub atau mandi wajib.

Tidak tahu itu bukanlah sebuah cela, bukanlah sebuah aib. Cela itu, kalu seandainya jelas-jelas tidak tahu, namun merasa tahu atau sok tahu atau tidak mau bertanya. Itu masalah, dan itu aib (cela). Usia itu bukan penghalang untuk belajar. Mendingan terlambat daripada tidak sama sekali. Selama nyawa masih dikandung badan, kewajiban menuntut ilmu dan menjalankan kewajiban beragama itu akan tetap saja.


Santai saja sahabat…

Jikalau kondisi Anda dengan dengan tokoh yang kita bahas di atas, yaitu tokoh yang tidak paham atau tidak tahu mengenai mandi junub atau mandi wajib, maka Anda sudah berada di ruang yang tepat, Anda sudah berada di tulisan yang sesuai.

Dalam tulisan ini, kita akan membahas apa saja yang menyebabkan seseorang itu harus mandi wajib.

Oke… Simak ya… Pasang mata Anda baik-baik. Helmnya… eh akalnya juga dinyalakan…


Pertama, Jima’ atau Hubungan Suami Istri
Jikalau terjadi hubungan suami istri, yang nyata adanya. Jikalau diibaratkan, ibarat ember yang masuk ke dalam sumur. Ini ibarat, ya. Jikalau bahasa nyatanya, Anda tentu paham yang maksud. Walaupun tidak keluar mani, maka ada kewajiban bagi keduanya; junub.

Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw, sebagaimana terdapat dalam al-Shahihain:
إذا جلس بين شعبها الأربع ثم جهدها فقد وجب الغسل
“Jikalau duduk di antara anggota badannya yang empat, kemudian menggaulinya, maka wajib mandi.”

Dalam riwayat muslim dijelaskan ada tambahan:
ولو لم ينزل
“Walaupun tidak keluar.”

Kemudian Rasulullah Saw juga bersabda:
إذا التقى الختانان وتوارت الحشفة وجب الغسل
“Jikalau kedua khitan ketemu, dimana khitan laki-lakinya masuk, maka wajib mandi.”


Kedua, Keluarnya Mani
Jikalau ada mani yang keluar, baik karena mimpi dan selainnya, maka wajib mandi junub. Jikalau seseorang bermimpi berhubungan badan dengan perempuan, kemudian ia bangun dan mendapati celananya basah, maka ia wajib mandi. Jikalau tidak, ya tidak usah mandi.

Suatu kali, Umm Salamah mendatangi Nabi Muhammad Saw dan berkata:
“Wahai Rasulullah, Allah SWT tidak tahu terhadap kebenaran, apakah saya harus mandi wajib jikalau bermimpi?”
Beliau menjawab:
“Ya jikalau ia melihat air (mani).” (Hr Bukhari)

Kemudian dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Rasulullah Saw bersabda:
إذا وجدت المرأة في المنام ما يجد الرجل فلتغتسل
“Jikalau seorang perempuan mendapati dalam tidurnya yang didapati oleh laki-laki, maka mandilah.”

Nah, jelas ga kapan harus mandi?

Dua hal itulah yang menyebabkan seseorang harus mandi wajib. Jikalau salah satu dari keduanya ada, maka janganlah mengerjakan shalat sampai Anda menyucikan diri; mandi wajib.
Cukup ya, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca semua.[]


Baca Juga:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar