Iqamah Sudah Dikumandang, Padahal Ada yang Masih Shalat Sunnah, Apa yang Harus Dilakukannya; Membatalkannya atau Menyempurnakannya?

Setelah selesai azan, maka para Jamaah bersegera menuju Masjid. Ada yang sempat mengerjakan shalat Sunnah, dan ada yang tidak. Kebetulan, ada yang sedang shalat Sunnah, kemudian iqamah sudah dikumandangkan, apakah yang seharusnya dilakukannya?

***
Jikalau Iqamah sudah dikumandangkan, maka jikalau ada jamaah yang masih mengerjakan shalat sunnah, baik Tahiyyatul Masjid atau shalat Sunnah Rawatib, maka ada dua pendapat yang bisa dijalankannya dalam hal ini:

Pertama, Ia menghentikan shalatnya
Dalilnya adalah sabda Rasulullah Saw:
إذا أقيمت الصلاة، فلا صلاة إلا المكتوبة
"Jikalau shalat sudah di-Iqamahkan, maka tidak ada shalat lagi kecuali shalat wajib." (HR Muslim)

Kedua, Ia Melanjutkan Shalat Sunnah, Tapi Dipercepat
Dalam al-Quran dijelaskan:
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah SWT, taatilah Rasulullah Saw, dan janganlah kalian batalkan amalan kalian." (Surat Muhammad: 33)
Kelompok ini memasukkan masalah shalat sunnah ketika sudah Iqamah itu ke dalam ayat ini, yaitu bagian "janganlah kalian batalkan amalan kalian."
Maksudnya, jikalau sudah beramal, ya jangan dibatalkan.

***
Terus, pendapat yang kita pakai apa? Pendapat yang kuat?
Jikalau melihat kedua kelompok di atas, maka kita bisa melihat dengan bahwa hadits itu adalah pengkhusus dari ayat al-Quran. Dan kaedahnya, jikalau ada dalil tanpa ada khususnya, maka dalil itu tetap dipakai umumnya. Namun jikalau ada khususnya, maka yang dipakai pengkhususan itu.

Kita menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa shalatnya sebaiknya dibatalkan saja dan segera bergabung dengan jamaah.

Namun...

(catat dengan baik)

Jikalau kita sudah melewati rukuk yang kedua, kemudian Iqamah sudah dikumandangkan, maka lanjutkan saja dan dipercepat. Sempurnakan saja. Sebab, shalat kita sebenarnya sudah selesai. Tinggal sedikit bagian saja lago yang tersisa.

***
Nah, begitu solusinya. Hanya saja perlu dicatat dengan baik, jikalau kita melihat orang yang masih melanjutkan shalatnya ketika Iqamah sudah dikumandangkan, maka jangan main gebuk saja. Bisa jadi ia mengambil paham yang kedua, yang tidak boleh membatalkan amalan jikalau sudah dilakukan. Atau, ia sama sekali memang tidak paham. Jikalau mau, ajak dialog dengan baik. Itu namanya hikmah.

Tabik
Denis Arifandi Pakih Sati




Silahkan Dibaca Juga:

2 komentar:

  1. mkanya sekarang setiap masjid suka ada jam digital penanda waktu iqomah...tinggal dilihat saja, apakah masih cukup atau tidak utk sholat sunnah? kecuali tdk ada penunjuk waktu, ya kira2 lah...kalau sekiranya adzan sudah lama, berarti iqomah sebentar lagi...cuma yg harus di perhatikan, muadzin hendaklah segera laksanakan iqomah begitu waktunya masuk, jangan menunggu jamaah yg sdg sholat sunnah selesai...

    BalasHapus